Konstruksi Sosial Perempuan dalam Budaya Bugis: antara Adat dan Patriarki

Authors

  • A.Noer Chalifah Ramadhany Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Makassar
  • Muh. Rijal Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Makassar
  • Andi Sadriani Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Makassar
  • Watif Massuanna Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.47134/aksiologi.v6i2.436

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi sosial perempuan dalam budaya Bugis yang berada pada persimpangan antara nilai adat dan sistem patriarki. Konsep siri’ dan pacce menempatkan perempuan sebagai penjaga kehormatan keluarga sekaligus simbol moralitas, namun pada saat yang sama, struktur patriarki membatasi ruang gerak mereka melalui pembatasan akses ke ruang publik, penerapan standar moral ganda, serta dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif melalui analisis literatur, dokumen budaya, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun perempuan Bugis sering dikonstruksi secara subordinatif, mereka tetap memiliki ruang untuk menegosiasikan identitas dan perannya, baik melalui pendidikan, mobilitas sosial, maupun reinterpretasi nilai adat. Dengan demikian, perempuan Bugis tidak hanya menjadi objek dalam sistem budaya, tetapi juga aktor aktif dalam mendefinisikan ulang makna adat di tengah struktur patriarki. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi gender berbasis kearifan lokal serta pelibatan tokoh adat dalam mendorong transformasi nilai menuju keadilan gender yang inklusif.

Downloads

Published

2026-04-16

How to Cite

A.Noer Chalifah Ramadhany, Rijal, M., Sadriani, A., & Massuanna, W. (2026). Konstruksi Sosial Perempuan dalam Budaya Bugis: antara Adat dan Patriarki. Aksiologi : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 6(2), 243–250. https://doi.org/10.47134/aksiologi.v6i2.436

Issue

Section

Articles